Pemilu Legislatif Tahun 2019 merupakan ajang politik untuk memilih wakil rakyat yang akan duduk di parlemen. Dalam rangka ambil bagian pada ajang Pemilu 2019, ada beberapa personil Badan Reintegrasi Aceh yang mendaftarkan diri sebagai Calon Legislatif sehingga mereka mengundurkan diri dari jabatannya dalam Badan Reintegrasi Aceh.

Menindaklanjuti pengunduran diri dimaksud dan dengan mempertimbangkan hasil penetapan Daftar Calon Tetap pada Pemilu 2019 oleh KPU, maka Badan Reintegrasi Aceh mengambil langkah guna mengisi kekosongan jabatan dalam Badan Reintegrasi Aceh dan mengusulkan nama-nama tersebut kepada Plt. Gubernur Aceh agar dapat ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Aceh.

Pada acara silaturrahmi dan penyerahan Surat Keputusan Gubernur kepada Personil Baru Badan Reintegrasi Aceh, Rabu, 7 November 2018, Bapak M.Yunus selaku Ketua BRA Pusat mengatakan personil baru ini direkrut melalui proses yang sangat selektif. “Personil baru ini, kita rekrut melalui proses yang sangat selektif. Jadi, harapan kita agar personil baru ini mampu bekerja maksimal demi kemajuan BRA ke arah yang lebih baik” kata M.Yunus.

Selanjutnya M.Yunus membaca sekaligus menyerahkan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 330/1262/2018, Tanggal 1 November 2018 tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Aceh Nomor 330/78/2018 tentang Pengangkatan Personalia Badan Reintegrasi Aceh.

Pada kesempatan tersebut, Murni,SE,MM selaku Kepala Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh juga menyampaikan bahwa ada 4 (empat) unsur personalia dalam Badan Reintegrasi Aceh, yaitu BRA Pusat, Satpel Kabupaten/Kota, Unsur Penghubung, dan Sekretariat BRA. Keempat unsur ini harus sejalan guna tercapainya tujuan Badan Reintegrasi Aceh, pungkas Murni, SE,MM.

Setelah penyerahan SK kepada Personil baru, Ketua BRA Pusat M.Yunus didampingi oleh Kepala Sekretariat BRA Murni, SE.MM mengajak personil dimaksud untuk melihat ruangan sebagai tempat mereka bekerja demi kemajuan lembaga Badan Reintegrasi Aceh.